Transaksi SGS 2025 menembus Rp10,7 triliun. Foto: ist
Ia mencatat, investasi yang masuk ke Jawa Tengah hingga triwulan II tahun ini mencapai Rp45,2 triliun. Luthfi optimistis, pola aglomerasi seperti SGS akan memperkuat daya saing daerah sekaligus menopang target swasembada pangan di tingkat nasional.
Ketua Pelaksana SGS 2025, Ferry S Indiarto, merinci bahwa dari total Rp10,7 triliun transaksi, sebanyak 232 ribu transaksi berasal dari sektor UMKM dengan nilai Rp222 miliar. Sementara itu, pasar tradisional mencatat 281 ribu transaksi senilai Rp350 miliar, dan transaksi melalui QRIS menembus Rp3,7 triliun.
Ferry memuji kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi yang disebutnya sebagai “Bapak Inisiator Aglomerasi”. Ia menilai SGS adalah laboratorium ekonomi yang membuktikan bahwa konsep aglomerasi lintas daerah mampu memperkuat ketahanan ekonomi kawasan.
“Awalnya Solo Great Sale, lalu berkembang menjadi Soloraya Great Sale yang melibatkan tujuh kabupaten/kota. Ini bukti nyata bahwa aglomerasi adalah strategi yang relevan dan terbukti berhasil,” ujar Ferry yang juga menjabat Ketua Kadin Surakarta.
Ke depan, SGS diharapkan tak hanya menjadi pesta belanja tahunan, namun juga menjadi gerakan ekonomi nasional yang mampu menciptakan pertumbuhan yang merata, dari Solo untuk Indonesia.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0