Pengasuh Pondok pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar. Foto: Daaruttauhid
"Sebaliknya, jika seseorang selama hidup di dunia cenderung melakukan ketaatan dan hal-hal baik, maka hal yang paling banyak hadir saat dirinya sakaratul maut adalah memori ketaatan," imbuhnya.
Menurutnya, lemahnya iman seseorang dapat melemahkan juga kecintaannya kepada Allah SWT. Bahkan, hal itu akan membuat dirinya semakin cinta kepada dunia.
Diakuinya, iman yang lemah dapat mendominasi hatinya dan tidak ada celah untuk cinta kepada Allah SWT kecuali sedikit bisikan jiwa, maka ia akan terdorong melakukan maksiat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an yang artinya:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102).
"Oleh karenanya, kita harus berupaya sekuat tenaga untuk meninggalkan maksiat. Kalau kita melakukan maksiat secepat mungkin bertaubat atau memohon ampun kepada Alloh, kita tidak pernah tahu kapan ajal kita akan dijemput. Jangan sampai kita meninggal dalam keadaan bermaksiat kepada Alloh, karena akhirnya hanya ada penyesalan. Wallahu a’lam bishowab,"tandasnya. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0