Bank sampah di Cilacap ini Raup cuan banyak dari pengelolaan sampah plastik. Foto: dok. Pertamina
KOSADATA — Ada yang berbeda di Kampung Kutawaru, Cilacap, Jawa Tengah. Warga di pesisir selatan Pulau Jawa ini tak lagi membuang sampah ke sungai atau membakarnya seperti dulu.
Kini, limbah plastik dan organik justru diolah jadi sumber penghasilan berkat kehadiran Bank Sampah Abhipraya, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Kilang Pertamina Cilacap.
Program ini diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2025 yang mengusung tema Ending Plastic Pollution. Inisiatif tersebut menjadi langkah nyata Pertamina dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan perekonomian warga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Refinery Unit IV Cilacap, Cecep Supriyatna menjelaskan bahwa melalui Bank Sampah Abhipraya, masyarakat didorong untuk melihat potensi ekonomi di balik sampah rumah tangga yang selama ini diabaikan.
“Dengan fasilitas dan pelatihan dari Pertamina, masyarakat kini bisa mengelola sampah menjadi tabungan, bahan bakar, kompos, dan produk daur ulang,” ujar Cecep dalam keterangannya, Sabtu, 7 Juni 2025.
Program ini dilengkapi dengan mesin pencacah plastik, alat pembuat mini pot dari plastik daur ulang, serta komposter untuk mengolah limbah organik. Tak hanya itu, warga juga mengembangkan budidaya maggot sebagai solusi sampah organik sekaligus sumber pakan ikan.
Ahmad Sobri, penggerak Bank Sampah Abhipraya, menyebutkan dampak program ini sangat terasa. Kesadaran warga dalam mengelola sampah meningkat, sementara roda ekonomi mulai berputar.
“Dulu, sampah dibuang ke sungai atau dibakar. Sekarang, warga rutin menyetor sampah ke bank sampah.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0