PLN Perkuat Kolaborasi Internasional, Dorong Tenaga Hidro untuk Emisi Nol 2060

Ida Farida
Apr 18, 2025

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cirata berkapasitas 1.000 MW yang berada di Kabupaten Purwakarta dan Bandung Barat, Jawa Barat sebagai salah satu pembangkit EBT yang menjadi sumber energi bersih bagi pulau Jawa, Madura dan Bali. Foto: Humas PLN

baru dan terbarukan (EBT), termasuk tenaga hidro, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita untuk memperkuat ketahanan energi berbasis sumber daya domestik.

 

“Potensi hidro kita sangat besar. Ini bukan hanya soal mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tapi juga soal kemandirian energi dan keberlanjutan,” kata Darmawan. Ia menyebut kolaborasi dengan lembaga seperti IHA dan Indonesian Hydropower Association (INAHA) sangat penting untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

 

Direktur Manajemen Risiko PLN, Suroso Isnandar, menyebut bahwa dari target penambahan pembangkit sebesar 71,2 gigawatt (GW) hingga 2034, sekitar 59 persen akan bersumber dari energi terbarukan. Dari porsi itu, tenaga air menyumbang sekitar 28 persen.

 

“Ini adalah blueprint masa depan energi Indonesia,” ujarnya. “Bukan sekadar transisi energi, tapi juga transformasi menuju pertumbuhan ekonomi hijau dan berkelanjutan.”

 

Potensi tenaga hidro di Indonesia, menurut dia, mencapai 28,9 GW. Kalimantan tercatat sebagai wilayah dengan potensi terbesar, yakni lebih dari 13 GW, disusul Sumatera dengan 7 GW dan Sulawesi sekitar 5 GW.

 

Untuk mewujudkan transisi itu, PLN sedang menggarap sejumlah proyek strategis. Di Kalimantan Utara, proyek Mentarang Induk berkapasitas 1,3 GW dan Kayan Cascade 9 GW menjadi andalan. Sementara di Jawa, PLN membangun PLTA pumped storage pertama di Indonesia, Upper Cisokan, dengan kapasitas 1.040 megawatt. Proyek ini mendapat dukungan dari Bank Dunia dan ditargetkan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali.

 

Dengan berbagai langkah itu, PLN berharap dapat memainkan peran sentral dalam membawa Indonesia menuju era energi bersih. “Ini bukan kerja semalam. Tapi masa depan dimulai dari sekarang,” kata Suroso.***


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0