Petugas PLN ketika melakukan pengecekan pada tower transmisi demi menjaga keandalan listrik di Desa Tengatiba, Kec. Aesesa Selatan, Kab. Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Foto: dok. PLN
Salah satu inovasi yang dinilai sukses adalah aplikasi PLN Mobile. Sepanjang 2024, jumlah pengguna aplikasi ini meningkat signifikan, yakni bertambah 5,45 juta pengguna dibandingkan 2023. Hingga akhir Desember 2024, total pengguna PLN Mobile mencapai 52,48 juta, naik dari 47,02 juta pada tahun sebelumnya.
Aplikasi tersebut terintegrasi langsung dengan Virtual Command Center (VCC) dan Pelayanan Teknik (Yantek) Mobile, yang memungkinkan penanganan gangguan listrik secara cepat dan efisien.
“Lima tahun lalu keluhan soal lambatnya respons gangguan masih banyak. Kini, pelanggan bisa langsung lapor lewat PLN Mobile dan petugas kami di lapangan bisa langsung terhubung lewat sistem terintegrasi,” tutur Darmawan.
Lonjakan jumlah pengguna PLN Mobile juga berdampak positif terhadap rating aplikasi di Playstore, yang hingga kini bertahan di angka 4,9.
Darmawan optimistis, tren positif ini akan terus berlanjut dan mendorong PLN memperkuat keandalan layanan sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ke depan, kami akan terus menjaga stabilitas pasokan listrik, meningkatkan layanan pelanggan, dan memastikan PLN menjadi institusi strategis negara yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0