KOSADATA - Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta kembali disorot. Setelah tahun 2021 silam digemparkan dengan adanya dugaan kasus pelecehan seksual, kini muncul dugaan adanya intervensi kekuasaan dari pejabat BPPBJ periode sebelumnya.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah meminta Penjabat (PJ) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono turun tangan mengevaluasi dan merombak total struktur organisasi yang mengurusi lelang atau penunjukan tender itu.
Dalam dunia lelang tender, kata Trubus, berbagai cara dilakukan oleh pelaku usaha yang nakal. Diantaranya melalui jalur eks pimpinan karena dianggap masih punya kekuasaan atau melalui cara kotor lainnya.
"Selama ini kan tradisinya kan hanya ganti baju doang, yang tadinya Kepala apa berganti jadi apa. harusnya kan ya inovasi. Potensi itu ada kan, katakanlah saya memenangkan si A karena si A ini membawa cewek cantik, ya otomatis kan potensi ini ada lagi sepanjang tidak ada pengawasan yang ketat dan pelelangannya tidak terbuka," kata Trubus di Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Trubus menegaskan, BPPBJ harus transparan dalam menunjuk rekanan pelaksana pekerjaan yang disediakan Pemprov DKI. Sehingga, lanjutnya, peran BPPBJ sebagai mediator tidak dicemari oleh perilaku oknum di dalamnya.
"Meskipun sudah ada sistem digital, ada assesment tapi itu kan seperti kedok saja, maka perlu dirombak total dan lakukan reformasi birokrasi," katanya.
Lebih lanjut Trubus menyarankan Heru untuk melaksanakan open biding atau lelang terbuka untuk merombak total posisi strategis di jajaran Pemprov
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0