Perdana di Indonesia, PLN Bakar Limbah Sawit Jadi Listrik Bersih di PLTGU Belawan

Ida Farida
Aug 16, 2025

Tampak udara fasilitas pengolahan limbah cair kelapa sawit menjadi Bio Compressed Natural Gas (BioCNG). Foto: dok. PLN

KOSADATA – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan co-firing Bio Compressed Natural Gas (BioCNG) berbahan baku limbah kelapa sawit pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan, Sumatera Utara. 

Uji perdana ini menjadi penanda babak baru transisi energi bersih, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyebut inovasi tersebut sebagai tonggak penting pemanfaatan energi baru terbarukan di Tanah Air.

“Saya sangat mengapresiasi co-firing BioCNG pertama di Indonesia ini sebagai upaya memperkuat bauran EBT, khususnya di Sumatera Utara,” ujar Eniya dalam keterangannya, Sabtu, 16 Agustus 2025.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan pemanfaatan BioCNG akan terus diperluas. 

“Kami tidak hanya menghadirkan listrik ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Darmawan.

BioCNG yang digunakan di PLTGU Belawan berasal dari pengolahan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadikan limbah tersebut sumber energi berkelanjutan.

Direktur Teknologi, Enjiniring, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, mencatat pemanfaatan BioCNG mampu menghasilkan listrik bersih hingga 478 GWh per tahun, menghemat bahan bakar sekitar Rp48 miliar per tahun, sekaligus menekan emisi karbon sebesar 80 ribu ton CO₂ per tahun.

“Integrasi


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0