PAM Jaya kembali raih rekor MURI. Foto: ist
“Kolaborasi seperti ini adalah contoh konkret bagaimana sinergi antara BUMD dan masyarakat bisa memberi dampak langsung bagi warga. Terima kasih kepada PAM JAYA dan semua pihak yang telah memastikan ribuan anak mendapatkan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas,” ucap Dewi.
Sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas hidup warga, PAM JAYA juga terus memperluas cakupan layanan air perpipaan. Salah satu pengembangan terbaru dilakukan di kawasan RPTRA Borobudur, Kelurahan Pegangsaan, Jakarta Pusat, yang sekaligus menjadi lokasi penutup kegiatan khitanan massal.
Saat ini, wilayah tersebut mulai menikmati pasokan air dari penambahan suplai IPA Pejompongan 1 dan ke depan akan diperkuat dari sumber air Jatiluhur. Potensinya diproyeksikan mencapai 3.000 sambungan rumah baru, sejalan dengan program pengurangan konsumsi air tanah di Jakarta.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, menyatakan, eksploitasi air tanah tak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengancam struktur lingkungan kota.
“Air perpipaan PAM JAYA adalah solusi yang lebih sehat dan lebih hemat. Tarif kami hanya Rp1 per liter, jauh lebih murah dibanding air jeriken yang bisa mencapai Rp400 per liter,” kata Arief.
Meski belum direkomendasikan untuk dikonsumsi langsung karena kondisi sebagian jaringan pipa lama, air perpipaan PAM JAYA telah memenuhi standar Permenkes untuk kualitas air minum dan sangat layak untuk keperluan sehari-hari.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0