Islam memberikan keringanan atau rukhsah bagi pengikutnya dalam menjalankan ibadah. Foto: ist
KOSADATA - Ajaran Islam seringkali memudahkan urusan bagi pengikutnya. Jika suatu perkara tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya karena suatu hal terdapat kemudahan untuk mengganti atau memperingan pekerjaanya, hal ini disebut rukhsah atau keringanan.
Dalam urusan salat misalnya, dalam keadaan normal ia dilakukan secara berdiri dan jika dalam keadaan tertentu yang memaksa ia boleh dilakukan dengan duduk. Dalam kondisi berpergian jauh (musafir) terdapat rukhsah salat untuk menggabung waktu salat atau jamak dan meringkas jumlah rakaat atau qasar.
salat jamak adalah melaksanakan dua shalat fardhu dalam satu waktu. Salat yang boleh dijamak adalah salat dhuhur dengan ashar dan magrib dengan isya.
salat jamak ada 2 macam: (1) jamak taqdim, yaitu melakukan salat dhuhur dan ashar di waktu dhuhur atau melakukan salat maghrib dan isya di waktu maghrib. (2) jamak ta’khir yaitu melakukan salat dhuhur dan ashar di waktu salat ashar atau melakukan salat maghrib dan isya di waktu isya’.
Jama' Taqdim
Syarat melaksanakan salat jama’ taqdim ada 4 (empat), yaitu:
1. Tertib
Maksud tertib di sini adalah mendahulukan salat pertama daripada yang kedua. Seperti mendahulukan salat Dhuhur daripada Ashar atau mendahulukan salat Maghrib daripada Isya’.
2. Niat
Niat jamak salat di salat yang pertama, pelaksanaan niat disunahkan bersamaan dengan takbiratul ihram. Adapun lafal niat jamak taqdim salat Dhuhur dan Ashar adalah sebagaimana berikut:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0