Konektivitas Wilayah Timur Indonesia Melalui Jalur Laut Terus Dioptimalkan

Dian Riski
Apr 28, 2024

Optimalisasi transportasi laut untuk konektifitas di wilayah Indonesia Timur. Foto dok Kemenhub

mencapai sekitar 10 km dari tepi pulau," ungkapnya.

Beberapa kapal yang menyinggahi pelabuhan tersebut adalah  kapal perintis (KM Sabuk Nusantara 71, KM Sabuk Nusantara 87, KM Sabuk Nusantara 28, dan KM Lintas Bahari Indonesia).

"Namun saat ini Pra Studi Kelayakan telah dilakukan pada tahun anggaran 2022 untuk memperbaiki kondisi ini," tambah Capt. Antoni.

Rehabilitasi Infrastruktur untuk Keselamatan  dan Keamanan Pelayaran Wilker Pelabuhan Mahaleta menghadapi tantangan serupa.

Meskipun telah memiliki fasilitas pelabuhan, terdapat kerusakan berat pada salah satu segmen dermaga dan causeway. Kondisi ini menghambat operasional pelabuhan.

"Pembangunan dan rehabilitasi sudah direncanakan pada tahun anggaran 2025 untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan kapal serta pelabuhan, menggunakan sumber dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)," ungkapnya.

Capt. Antoni menegaskan upaya ini bertujuan untuk memastikan keselamatan  dan keamanan pelayaran  di Wilayah Kerja Pelabuhan Lirang dan Wilayah Kerja Pelabuhan Luang.

"Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan tujuan ini dapat tercapai dalam waktu yang sesingkat-singkatnya untuk mendukung pertumbuhan dan kemajuan wilayah tersebut. Kementerian Perhubungan terus mengawal dan mempercepat langkah-langkah strategis ini untuk memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat kepulauan dan ekonomi nasional," tutupnya.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0