Kembang Kelapa juga biasa disematkan sebagai hiasan kepala Ondel-ondel, ikon Betawi yang paling populer. Foto: PMI Jakarta
Kala itu dilokasi tersebut hamparan pohon Kelapa menandakan kesuburan dan kemajuan warganya. Sebatang pohon kelapa dimulai dari akar, batang, buah, daun hingga batok buahnya memberikan manfaat untuk mahluk hidup.
Selain itu Jakarta juga disebut sebagai Bumi Kelapa sehingga setiap yang ada dan hidup di Jakarta harus gembira, terbuka, saling membantu, dan kompak untuk menuju kemakmuran.
Itulah mengapa dalam setiap perayaan Betawi selalu disiapkan media berupa tiang untuk ditancapkan batangan-batangan lidi atau kayu layaknya batang pohon kelapa sebagai wujud kemakmuran warganya.
Seni kerajinan yang dibuat berwarna-warni ini juga mewakilkan bentuk keterbukaan masyarakat dalam pergaulan sehari-hari yang hidup dikelilingi multi kultur sekaligus mencerminkan budaya yang berkembang di Kota Jakarta.
Jika Kembang Kelapa atau bisa disebut manggar ini digunakan sebagai hiasan atau dekorasi pada sebuah acara atau perayaan biasanya disiapkan 60-75 batang disetiap tiang penyangga. Memang jumlah batang tergantung media atau tiang penyangganya. Hanya saja sudah pakemnya, batang kelapa disiapkan sebanyak itu.
Lain lagi jika untuk hiasan kepala Ondel-ondel, yang ditancapkan adalah batang manggar yang lebih kecil ukurannya dan jumlahnya hanya 20-25 buah.
Patut disyukuri, kata Martin, orang Betawi di pelosok kampung di Jakarta masih memegang tradisi menggunakan manggar sebagai bagian dari hiasan tempat perayaan meski jumlahnya tidak banyak.
Ia menyebut sebagai generasi Betawi menanamkan nilai luhur dengan melestarikan Kembang Kelapa dan ikon budaya Betawi lainnya adalah sebuah keharusan.
Namun ia menyadari sulitnya melestarikan budaya Betawi pada masa sekarang dengan modernisasi yang masif. “Melihat pengaruh budaya asing, melestarikan budaya Betawi harus terus digaungkan dan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0