Jalan Panjang Pemprov DKI Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Peri Irawan
Sep 01, 2023

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menutup kegiatan usaha yang mencemari udara Jakarta. Foto: PPID Jakarta

2023, telah terdata sebanyak 1.856 motor dan 8.078 mobil mengikuti uji emisi melalui lokasi uji emisi. Lokasi dapat diakses melalui aplikasi JAKI atau website https://ujiemisi.jakarta.go.id,” jelas Asep.

 

Untuk penanggulangan polusi udara, Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh pihak, terutama pelaku usaha berskala besar, untuk melakukan beberapa hal, yaitu:

1) Melakukan penghijauan secara massif;

2) Menyiapkan water mist pada gedung-gedung tinggi;

3) Mengadakan uji emisi bagi karyawan dalam lingkup internal perusahaan;

4) Untuk pembangunan konstruksi agar memasang safety net dan melakukan penyemprotan berkala tiga kali sehari;

5) Pada industri besar agar memasang scrubber pada buangan udara/exhaust.

 

“Hari ini Balai Kota sudah mulai memasang perangkat pompa bertekanan tinggi atau water mist generator. Selanjutnya, akan diikuti oleh kantor-kantor wali kota dan akan diikuti juga dengan pemasangan di beberapa RSUD,” kata Asep.

 

Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga bergerak cepat dalam penanganan kesehatan masyarakat terdampak polusi udara. Plt. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menyediakan 44 puskesmas kecamatan dan 31 RSUD yang siap melayani masyarakat selama 24 jam. Di puskesmas pun telah tersedia Poli Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan layanan Pojok Polusi untuk edukasi kepada masyarakat. 

 

“Berdasarkan data yang kami himpun, jumlah kasus ISPA di Jakarta memiliki kecenderungan meningkat di awal tahun dan kemudian menurun. Tren dan jumlah kasus di tahun 2023 relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun 2018 dan 2019 (sebelum pandemi). Total kasus berada pada kisaran 134.000 hingga 157.000 kasus per bulan,” terang Ani di Jakarta, pada Jumat (1/9).

 

Ani menambahkan, tren kasus ISPA pada balita dibandingkan kelompok usia >5 tahun periode 2018, 2019 (sebelum pandemi) dan 2023 (pascapandemi) juga cenderung tidak


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0