Foto: Dok. Pribadi
“Angkutan massal Jakarta memang krusial dan vital. Jakarta dibanjiri jutaan manusia yang datang dan pergi untuk bekerja di wilayahnya. Setidaknya lebih dari 100 juta perjalanan (trip) yang terjadi di Jakarta. Ini tentu saja mensyaratkan sarana transportasi publik yang nyaman, kompak dan terintegrasi demi mobilitas yang lancar," sebutnya.
GMT Institute, kata Tamtam, melihat bahwa masa depan Jakarta akan semakin cerah saat era kepemimpinan Heru Budi Hartono, salah satunya karena perkembangan moda transportasi publik ini. Setidaknya, lanjutnya, orang-orang yang akan bepergian ke daerah Sudirman dari Bekasi tidak akan terjebak macet karena naik LRT ini.
"Transportasi massal tentu saja untuk menunjang perekonomian. Jakarta sebagai poros ekonomi nasional menyumbang 17% Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional dari akumulasi 25% kontribusi Jabodetabek terhadap PDB Nasional. Ini tentu saja angka yang tinggi di level nasional. Maka ketersediaan sarana transportasi publik merupakan utama untuk terus mendongkrak sektor ekonomi ini," tegasnya.
Lebih lanjut Tamtam menyampaikan analisanya terkait rencana pembangunan dan peningkatan sarana transportasi publik yang coba diupayakan Heru Budi Hartono hingga tahun 2030 mendatang.
“Mempertimbangkan permintaan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Jakarta sebagai kota percontohan angkutan massal, Heru Budi Hartono sudah merencanakan pengembangan jalur-jalur dan ketersediaan unit-unit angkutan massal. Perluasan dan perpanjangan trayek serta pengadaan unit akan kemudian memperluas jangkauan transportasi massal.
"Orang-orang akan lebih mudah mengakses sarana
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0