Media Forum yang digelar IGS di Jakarta, Kamis (13/6). Foto dok IGS
KOSADATA - Transisi energi di Indonesia dengan memanfaatkan gas bumi semakin nyata terwujud. Ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang sudah menyatakan komitmen untuk menurunkan emisi.
Kebutuhan akan energi yang masih sangat besar dan terus meningkat membuat gas jadi solusi.
Selain cadangannya yang masih besar, emisi yang dihasilkan juga jauh lebih rendah ketimbang energi fosil lain, bahkan ke depan LNG akan punya peran utama dalam bisnis gas di Tanah Air.
Berdasarkan data Indonesia%20Gas%20Society">Indonesia Gas Society (IGS), temuan gas saat ini banyak terdapat di Indonesia Bagian Timur, sedangkan kebutuhan didominasi di Indonesia Bagian Barat sehingga gas dalam bentuk LNG akan jadi pilihan utama.
Saat ini kebutuhan gas di Sumatera dan Jawa saja mencapai hampir 3.000 MMscfd. Jumlah itu akan terus meningkat menjadi sekitar 4.000 MMscfd hingga 2040.
Secara keseluruhan kebutuhan gas dalam negeri terus tumbuh dari 4.000an MMscfd mendekati 6.000an MMscfd pada 2040 yang akan dipasok melalui LNG, apalagi jika tidak ada temuan baru LNG akan didatangkan dari luar negeri.
Salis Aprilian, Senior Advisor Indonesia%20Gas%20Society">Indonesia Gas Society (IGS), menyatakan untuk mengantisipasi banyaknya temuan cadangan gas serta penggunaan LNG yang bakal semakin meningkat maka infrastruktur harus disiapkan.
"Saat ada temuan belum bisa sampai ke konsumen gas. Ini bottleneck sehingga kita tidak bisa produksikan temuan gas. Tantangan berikutnya
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0