KOSADATA - Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Habib Muhammad bin Salim Alatas mendorong Dinas Kebudayaan (Disbud) serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) membuat terobosa untuk menggenjot pendapatan retribusi.
Menurutnya, alasan terdampak pandemi Covid-19 sudah tidak relevan digunakan dua SKPD tersebut di tahun ini. Berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) penggunaan APBD tahun 2022, katanya, pendapatan retribusi dari sektor pariwisata jauh dari target pencapaian.
“Evaluasi lagi Dinas Kebudayaan, masalah pertunjukan dan gedung, kesulitan mengejar targetnya. Tolong Dievaluasi, kalau tidak, tidak akan mencapai target,†ujar Habib di gedung DPRD DKI, kemarin.
Dia mengatakan Dinas Kebudayaan serta Dinas Parekraf harus meningkatkan layanan untuk menarik minat wisatawan dalam ataupun luar negeri demi menggenjot pendapatan retribusi tahun ini. Terutama pada tempat-tempat wisata yang baru direvitalisasi.
“TIM (Taman Ismail Marzuki) itu strategis di pusat, apalagi sudah direnovasi, jadi wisatawan asing bisa mengenal budaya lewat merchandise, souvenir, makanan betawi. Bisa juga maskot Monas, dibawahnya bikin kerajinan, dan pusat oleh-oleh seperti di Bali,†ucapnya.
Hal senada juga diungkap Wakil Ketua Komisi C Rasyidi. Ia menekankan bahwa tempat-tempat wisata yang telah direvitalisasi harus dioptimalkan sehingga bisa menghasilkan pendapatan.
“TIM sudah dibangun baik, seyogyanya setelah revitalisasi juga harus dapat keuntungan. Keuntungan secara moril ataupun materil, jangan kita membuat sesuatu tidak ada manfaatnya,†tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana mengaku rendahnya realisasi retribusi
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0