Foto: Ist
Lebih lanjut aktivis yang juga gencar memerangi TPPO ini pun menilai bahwa pencegahan Human Trafficking adalah tanggung jawab bersama masyarakat, pemerintah dan berbagai lembaga terkait.
Dengan demikian, kata Ferdi, Keberadaan Garda Bajaga di desa adalah langkah positif dalam mengatasi masalah serius ini. Garda Bajaga, sebagai kelompok masyarakat yang peduli, dapat memainkan peran penting dalam mencegah pelaku pencari korban semakin leluasa bergerak di desa-desa.
"Pandangan ini menggarisbawahi pentingnya tindakan cepat dari Pemerintah Provinsi NTT dalam merespons gagasan Fransiscus Go terkait pembentukan Garda Bajaga untuk melawan Human Trafficking di desa-desa," tegasnya.
Ferdi menjelaskan, perlindungan masyarakat di tingkat akar rumput sangat penting sehingga inisiatif seperti itu bisa menjadi langkah konkret untuk melibatkan warga dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah serius seperti perdagangan manusia.
"Dengan mendukung gagasan ini, pemerintah dapat memperlihatkan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, serta membangun kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ini," tandasnya.
"Tidak diragukan lagi bahwa dukungan terhadap Fransiscus Go selaku Pemerhati ketenagakerjaan dalam upaya membentuk Garda Bajaga Human Trafficking di Nusa Tenggara Timur akan menjadi langkah penting dalam memerangi perdagangan manusia dan melindungi potensi masyarakat setempat," pungkasnya.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0