Fransiscus Go, pengusaha properti. Foto: ist
Sebanyak 20.017 proyek berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN), sementara 17.818 proyek lainnya tercatat dari penanaman modal asing (PMA).
“Properti punya daya serap tenaga kerja tinggi dan mendukung 185 industri terkait, dari bahan bangunan hingga peralatan rumah tangga,” kata Frans.
Ia optimistis tren pertumbuhan akan terus berlanjut pada 2025, seiring kebijakan pemerintah dan iklim ekonomi yang kondusif. Sektor residensial dan komersial diprediksi mengalami peningkatan investasi, sejalan dengan kontribusi properti terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang makin besar.
“Di tengah tantangan global, sektor ini tetap menawarkan prospek cerah. Perumahan, khususnya, akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0