Unesa gelar tarian massal. Foto: Humas Unesa
“Di era digital ini, ruang berkesenian tidak lagi terbatas pada panggung. TikTok, YouTube, Instagram—itu semua bisa jadi media ekspresi baru tanpa harus menghilangkan akar budaya,” jelas Eko. Menurutnya, tantangan utama bukan sekadar melestarikan tari, tapi bagaimana membuatnya bermakna bagi generasi hari ini.
Peringatan Hari Tari Sedunia di Unesa tahun ini seolah menjadi pengingat: bahwa dalam tiap gerak tubuh, ada sejarah, ada identitas, dan ada harapan. Sebab seperti halnya budaya, tarian tak pernah benar-benar diam. Ia terus bergerak, mencari bentuknya yang baru, tanpa melupakan jejak langkah yang telah dilalui.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0