Ekonom Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni. Foto: ist
Farouk menyoroti dua tantangan besar dalam pelaksanaan program pengentasan kemiskinan: korupsi dan kultur birokrasi yang tidak adaptif.
“Sebaik apa pun programnya, jika dijalankan oleh pelaksana bermental korup, maka hasilnya tidak akan maksimal,” tegasnya.
Menurutnya, birokrasi Indonesia masih kerap terjebak dalam pola kerja yang birokratis, tidak melayani, dan lambat menghadapi perubahan dunia yang cepat.
“Pemerintah perlu merevolusi mindset birokrasi dari dilayani menjadi melayani. Juga, memangkas regulasi yang berbelit agar program bisa dieksekusi lebih cepat,” pungkas Farouk.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0