Wakil Ketua Komisi X Dede Yusuf
Pada kesempatan yang sama, pengamat pendidikan, Asep Sapaat mengatakan, PPDB ini malah menjadi sistem yang tidak berkeadilan. Selain serba membingungkan, juga melahirkan mentalitas yang jelek untuk siswa.
"Zonasi artinya justru malah seperti hari ini muncul dan berkembang. Jadi, justru anak-anak yang berprestasi itu jadi enggak bisa atau jatahnya jadi memang harus yang terdekat. Ini kan, jadi kalau aspek keadilan jadi tidak berkeadilan. Maaf coba dicek pakai jalur afirmasi di manipulasi dokumennya. Pemalsuan identitas kependudukan, jasa, dan lain-lain," ujarnya.
Asep pun berpendapat hal yang sama dengan Dede Yusuf bahwa PPDB Zonasi ini telah gagal. "Pasalnya, niat awal untuk menghapus titel sekolah favorit dan membuat semua sekolah menjadi favorit tidak terwujud," tandasnya.
Sementara praktisi media, Friederich Batari mengatakan, sejumlah masalah dalam proses penerimaan peserta didik baru di sejumlah daerah harus menjadi perhatian serius semua pihak. Termasuk Komisi X DPR agar tidak terus berulang setiap menjelang tahun ajaran baru.
"Perlu transparansi dan pengawasan yang efektif dalam penerapan sistem PPDB. Para pemangku kebijakan di setiap daerah dan tingkat pusat dituntut melakukan persiapan secara menyeluruh, agar proses PPDB berjalan dengan baik," tegasnya. (***)
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0