Gedung Bank Indonesia. Foto: ist
KOSADATA-Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa Indonesia menanjak ke angka 157,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per akhir Maret 2025. Angka ini menguat dari posisi bulan sebelumnya, yakni 154,5 miliar dolar AS, di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang belum juga mereda.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyebut peningkatan ini tak lepas dari penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri oleh pemerintah.
“Kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah,” ujar Ramdan dalam keterangan pers tertulisnya, dikutip Rabu, 16 April 2025.
Peningkatan cadangan devisa ini menjadi angin segar di tengah tekanan eksternal. Bank Indonesia tetap menggulirkan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai respons atas tingginya volatilitas pasar keuangan global.
Ramdan menjelaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor, atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya berada pada kisaran tiga bulan impor.
“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tegas Ramdan.
Lebih lanjut, BI memandang posisi cadangan devisa ke depan masih memadai. Prospeknya ditopang oleh ekspor yang tetap solid, surplus pada neraca transaksi modal dan finansial, serta persepsi investor global yang kian positif terhadap perekonomian Indonesia. Imbal
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0