Anthony Budiawan, Managing Director Political Economy and Policy Studies. Foto: ist
Anthony menyebut, pemerintah seharusnya sejak awal transparan soal risiko fiskal yang ditanggung negara dari proyek ini. Kini, BUMN konsorsium Indonesia harus menanggung pendarahan finansial setiap tahun. Sementara pihak Tiongkok yang menjadi mitra proyek tampaknya tak sepenuhnya ikut menanggung kerugian—meski menjanjikan “transfer teknologi” dan “penguatan kerja sama strategis”.
Dengan kondisi demikian, masa depan proyek yang belum genap dua tahun beroperasi ini makin kabur. Pertanyaan paling krusial: sampai kapan konsorsium bisa bertahan? Dan lebih penting lagi, siapa yang akan menanggung kerugian di akhir cerita?***

Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0