Foto: ist
“Food Station harus menjelaskan secara terbuka: dari mana beras diserap, siapa mitra penggilingannya, bagaimana kontrol mutu dilakukan, hingga ke mana saja distribusinya,” kata Lukman.
Ia menilai, audit menyeluruh merupakan langkah minimal untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang dibiayai dari uang negara itu.
Menurut LAKPAN, narasi pemerintah soal naiknya harga gabah, distribusi mahal, dan gangguan panen tidak cukup menjelaskan mengapa harga tetap melambung di tengah surplus stok. Bagi Lukman, masalah ini telah menyentuh level sistemik dan tak bisa ditangani dengan klarifikasi normatif.
“Jika beras saja bisa dimanipulasi dan dioplos oleh sindikat, apa yang tersisa bagi rakyat kecil?” kata dia.
LAKPAN menyerukan agar investigasi dilanjutkan tanpa kompromi dan sistem distribusi pangan dibersihkan dari aktor-aktor yang diduga bermain di balik layar.
Lukman menambahkan, bila terbukti ada kelalaian atau keterlibatan dalam penyimpangan, maka langkah tegas, termasuk pergantian jajaran direksi, harus diambil.
“Kita tidak sedang bicara korporasi. Kita bicara lembaga negara yang mengelola kebutuhan dasar rakyat: pangan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, PT Food Station belum memberikan tanggapan resmi atas pemeriksaan yang dilakukan oleh Satgas Pangan.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0