Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo. Foto: ist
Selain itu, penerapan ETF akan meningkatkan transparansi dan likuiditas pasar, yang pada gilirannya akan meminimalisir risiko. Keputusan OJK untuk menetapkan kriteria tertentu bagi aset kripto yang dapat digunakan sebagai underlying asset ETF akan membantu menjaga keberlanjutan dan keamanan pasar.
“Pengawasan yang lebih baik terhadap transaksi kripto akan tercipta dengan adanya ETF berbasis kripto. Melalui mekanisme ini, transaksi kripto akan lebih terpantau, mencegah praktik penipuan dan manipulasi pasar. Transparansi yang ditawarkan oleh ETF akan memberikan rasa percaya diri kepada masyarakat dalam berinvestasi,” tambahnya.
Bamsoet juga menyebutkan bahwa penerapan ETF kripto ini sejalan dengan tren global, di mana sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Jerman telah menerapkan instrumen serupa.
Keberadaan ETF kripto tidak hanya menarik minat investor, tetapi juga berpotensi menghasilkan pendapatan pajak yang signifikan bagi negara. Dengan terus meningkatnya jumlah investor, potensi penerimaan pajak dari transaksi kripto bisa menjadi sumber pendapatan negara yang baru dan berkelanjutan.
“Dengan langkah ini, OJK menunjukkan sikap proaktif dalam menghadapai volatilitas tinggi yang sering terjadi di pasar aset kripto,” tutup Bamsoet.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0