PLTU Jawa 7 telah menerapkan teknologi ramah lingkungan. Foto: ist
KOSADATA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemanfaatan batubara sebagai sumber energi di Indonesia akan tetap berjalan seiring dengan komitmen pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) atau Nol Emisi Karbon. Upaya itu dilakukan dengan pengurangan penggunaan batubara secara bertahap dan penerapan teknologi ramah lingkungan, seperti Clean Coal Technology (CCT).
Bahlil menjelaskan bahwa langkah-langkah konkret pemerintah meliputi pemensiunan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan penerapan CCT pada PLTU yang masih beroperasi.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan pasokan energi dalam negeri, sementara menuju net zero dengan didukung oleh kebijakan, investasi, dan teknologi ramah lingkungan pada PLTU,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Selasa (10/9/2024).
Dalam rangka mencapai target tersebut, pemerintah telah menyusun peta jalan pemensiunan dini 13 PLTU, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan. Langkah ini akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan keekonomian dan mencegah terjadinya gejolak kekurangan pasokan listrik serta kenaikan harga.
Bagi PLTU yang tetap beroperasi, pemerintah menerapkan teknologi supercritical dan ultra-supercritical yang lebih ramah lingkungan. Saat ini, terdapat tujuh PLTU batubara dengan kapasitas total 5.455 megawatt (MW) yang telah menggunakan teknologi tersebut, termasuk PLTU Cirebon, PLTU Paiton 3, PLTU Cilacap 3, PLTU Adipala, PLTU Banten/LBE 1,
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0