Naura Hidayat, lulusan Cumlaude UGM. Foto: Humas UGM
Dalam menjalani rutinitas yang padat, Naura menerapkan manajemen waktu yang baik dengan memprioritaskan tugas-tugas berdasarkan urgensi. Ia juga berusaha melakukan semua tugas dengan efektif dan efisien untuk menghemat waktu. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa terkadang ia juga mengalami momen kemalasan atau menunda-nunda pekerjaan, yang kemudian harus ditebus dengan waktu tidur yang dikorbankan.
“Saya biasanya buat prioritas, mana yang lebih urgent dan penting saya selesaikan lebih dulu. Saya merasa harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah ditugaskan pada saya,” jelas Naura.
Selain itu, untuk metode belajar, Naura lebih memilih adaptasi metode Pomodoro, di mana ia belajar selama 45-50 menit, lalu beristirahat selama 10 menit sebelum melanjutkan kembali. Intensitas belajarnya menyesuaikan dengan jadwal dan tingkat kesulitan materi yang harus dikuasai, terutama saat mendekati ujian akhir blok.
Judul tugas akhir Naura berfokus pada topik keselamatan berkendara, yakni perbedaan soal cedera kepala pada korban kecelakaan antara yang menggunakan helm dan tidak menggunakan helm. Naura menyelesaikan skripsinya dalam waktu sekitar 3-4 bulan. Meskipun menghadapi kendala dalam memotivasi diri untuk memulai pengerjaan skripsi, ia merasa beruntung memiliki dosen pembimbing dan penguji yang sangat mendukung dan membantu kelancaran proses penyusunan.
Menutup wawancara, Naura menyampaikan harapannya agar kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat hingga setara dengan negara-negara maju
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0