Anak-anak di Kampung Menra, kini lebih leluasa belajar dan mengaji di malam hari berkat hadirnya listrik 24 jam di wilayah tersebut. Foto: dok. PLN
KOSADATA — Malam itu, Nur (32) tak kuasa menahan haru saat lampu di rumah kayunya perlahan menyala. Untuk pertama kalinya, Kampung Menra, Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, resmi menikmati aliran listrik PLN yang menyala tanpa henti selama 24 jam.
"Sejak kecil sampai sekarang, kami hidup ditemani lampu minyak. Anak saya pernah diejek karena wajahnya hitam legam terkena asap pelita," tutur Nur saat ditemui di rumahnya, belum lama ini. "Kini, anak-anak bisa belajar malam tanpa takut gelap."
Kampung Menra, dusun kecil di pelosok Sinjai Barat, selama 15 tahun hanya berharap pada lampu minyak dan listrik sambungan dari kampung sebelah. Setiap bulan, Ani (32) bahkan harus membayar Rp100 ribu demi seutas kabel listrik yang dialirkan dari tetangga desa sejauh lebih dari tiga kilometer.
"Rasanya mustahil listrik bisa masuk ke sini," ucap Ani. "Tapi akhirnya, berkat PLN dan pemerintah, kami tak perlu lagi jauh-jauh isi daya HP ke kampung seberang."
Penyalaan listrik perdana di Kampung Menra menjadi bagian dari komitmen PT PLN (Persero) untuk pemerataan energi hingga pelosok negeri. Melalui Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), PLN membangun jaringan tegangan rendah sepanjang 1,55 kilometer sirkuit (kms) dan satu gardu distribusi berkapasitas 50 kiloVolt Ampere (kVA) di kampung yang dikelilingi perbukitan itu.
"Meski medan berat, kami tak gentar," kata General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah. "Dengan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0