Pengamat Kebijakan Publik, Sugiyanto. Foto: ist
KOSADATA — Pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang mengaku tidak mengetahui adanya agenda makan gratis dalam pesta pernikahan putranya, Maula Akbar, menuai polemik. Di media sosial, viral video percakapan antara Dedi dan putranya yang menunjukkan pembahasan eksplisit tentang rencana penyediaan makanan bagi ribuan warga.
Dalam video tersebut, tampak Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mendiskusikan rencana makan gratis untuk sekitar 5.000 warga. Bahkan disebutkan bahwa jumlahnya bisa sebanyak-banyaknya, tergantung situasi. Potongan video ini muncul tidak lama setelah pernyataan KDM yang menyangkal keterlibatannya dalam penyelenggaraan makan gratis viral di berbagai platform digital.
Pesta pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina, yang juga Wakil Bupati Garut, digelar Jumat, 18 Juli 2025, di Lapangan Otto Iskandar Dinata, Garut. Acara yang menyertakan hiburan dan pembagian makanan gratis itu berujung pada tragedi. Ribuan warga yang hadir sejak pagi memadati area acara. Usai salat Jumat, saat pendopo dibuka, kerumunan warga mendesak masuk, menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Korban terdiri atas seorang anak perempuan berusia delapan tahun, seorang lanjut usia, dan seorang anggota polisi, Aipda Cecep, yang sempat membantu evakuasi warga sebelum mengalami sesak napas dan kelelahan.
Kepolisian Daerah Jawa Barat telah mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan sedang melakukan penyelidikan. Diduga kuat, penyelenggara lalai dalam mengantisipasi risiko kerumunan. Kegiatan massal yang terbuka tanpa mitigasi yang memadai terhadap potensi bahaya
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0