Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu. Foto: SS YT Kemenkes
KOSADATA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan pemberian Imunisasi Hepatitis B secara gratis dimulai tahun ini, terutama bagi tenaga Kesehatan (Nakes).
Ia menjelaskan pemberian Imunisasi Hepatitis B biasanya menjadi beban rumah sakit, karena Nakes yang bertugas di NICU, PICU di kamar operası tenaga di situ harus disuntik.
“Biasanya RS membelinya mahal, dengan program itu rumah sakit sudah tidak terbebani lagi," ujar Maxi dalam keterangannya, Kamis (9/11/2023).
Selain menyediakan vaksin gratis, Kemenkes juga akan menyediakan sarana dan prasarana penunjang untuk mendukung Imunisasi Hepatitis B. Pemberian Imunisasi Hepatitis B diawali dengan skrining kesehatan berupa pemeriksaan tes cepat HBsAg dan tes cepat antiHBs.
Imunisasi baru diberikan pada sasaran dengan hasil skrining pra Imunisasi menunjukkan HBsAg non reaktif (Negatif) dan Anti-HBs Non Reaktif /Negatif. Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin Hepatitis B rekombinan single dose prefill injection device produksi dari PT. Biofarma, yang merupakan vaksin inaktivasi dan tidak menginfeksi.
Karenanya, pemberian vaksin jenis itu bersamaan dengan vaksin yang dimatikan lainnya tidak mengganggu respon imun terhadap vaksin-vaksin yang diberikan.
Imunisasi Hepatitis B diberikan sejumlah tiga dosis dengan interval minimal antara dosis pertama dan kedua adalah satu bulan. Sementara interval minimal dosis kedua dan ketiga adalah lima bulan.
Imunisasi Hepatitis B diberikan tanpa memandang status
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0