Upaya gotong royong memindahkan bangunan rumah Ibu Entin
“Abimah teu tiasa Kamana-mana (Saya itu gak bisa kemana-mana) karena ada anak yang paling besar yang harus mendapat perhatian Khusus dari saya. Jadi ingin kerja ke luar kota juga tidak bisa, akhirnya saya memilih di kampung mengandalkan pekerjaan dari tetangga seperti mencuci pakaian dan menandur padi warga. Tapi kalau gak musim menanam padi paling petik cabe kering. Ya, lumayan meskipun hasilnya jauh dari kata cukup,” Ujarnya.
Di singgung perihal program bantuan Rumah Tinggal Layak Huni dari pemerintah, Entin mengatakan bahwa tahun 2024 pernah ada program BSPS, Namun Saya tidak termasuk penerima bantuan, Padahal di awal Program Saya pernah mendapat Undangan dari Pemerintah Desa.
“Tahun 2024 kalau ga salah ada program BSPS, namun saya tidak termasuk penerima manfaat. Di awal program, saya sempat mendapat undangan namun untuk berikutnya tidak ada tindak lanjut lagi padahal untuk tanah sudah di siapkan, mungkin pihak pemerintah berpandangan bahwa saya tidak akan mampu menyelesaikan program tersebut,” lanjut Entin.
Ditemui di tempat terpisah, Indra Widia Pajri Ketua Yayasan Rumah Ramah rakyat merasa prihatin dengan kondisi keluarga Entin.
Menurutnya keadaan seperti ini harus menjadi perhatian kita semua, kalau dibiarkan dan tidak ada kepedulian terhadapnya tentu akan berdampak bagi kehidupannya.
“Tentunya, kalau kita tidak peduli dengan kondisi mereka, maka akan ada dampak serius bagi keluarga tersebut. Yang pertama berdampak pada fisik dan kesehatan yang berimbas pada kurangnya keamanan dan kenyamanan, kesehatah yang buruk bahkan kekurangan nutrisi. Yang kedua adalah dampak psikologis dan emosi sehingga timbul kecemasan dan stress
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0