Kunjungan Presiden Jokowi ke Pasar Oebobo, NTT, Rabu (6/12). Foto: Dok. Setpres
Ketiga alasan itu persentasenya di angka dua digit. Sedangkan terkait alasan Jokowi orangnya merakyat, orangnya baik, dan mengurangi kemiskinan bobotnya cuma satu digit. Di bawah sepuluh persen. Bahkan, responden yang menilai Jokowi orang baik hanya 3,0 persen.
“Sedangkan masyarakat yang menyatakan tidak puas itu alasannya sama. Ini persoalannya karena bantuan tidak merata, baru kemudian yang menilai Kinerja buruk, lalu persoalan-persoalan ekonomi,” ungkap Djayadi.
Alasan lain kenapa responden mengaku tidak puas adalah soal lapangan kerja, utang negara semakin tinggi, kemiskinan tidak berkurang, penegakan hukum semakin buruk, gagal memberantas korupsi, dan politik dinasti.
“Tingkat kepuasan pada Kinerja Presiden cenderung merata di berbagai segmen masyaakat. Sedangkan dari sisi pendidikan memang ada kecenderungan yang pendidikannya lebih tinggi cenderung kurang puas dengan Kinerja Presiden,” terang Djayadi. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0