Kondisi pemulung di TPST Bantargebang. Foto: KPNas
Oleh: Bagong Suyoto
Koalisi Persampahan Nasional (KPNas)
Nestapa tiada tara tanpa penyangga. Fakta obyektif ini semakin tampak terang ketika didekati dengan mata telanjang dan hati matang.
Beberapa pemulung muda, usia produktif tampak sedih menjalani hidup berbulan-bulan ketika harga-harga berbagai sampah pungutan turun draktis. Mereka bilang pindah harga, 50-60%.
Mereka hanya bisa pasrah dan tidak tahu harus mengadu kepada kemana, kepada siapa. Merupakan sisi gelap kehidupan pemulung dan sebagai tragedi kemanusiaan di abad modern ini. Mereka gamang menghadapi hari-hari kedepan.
Meskipun peranan mereka cukup besar dalam perkembangan sektor daur ulang, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional.
Adakah pihak yang mampu menolong pemulung dengan kekuasaan dan kebijaksanaanya agar dapat memperbaiki hidupnya? Mungkin, hanya Presiden RI dan para pembesar negeri yang dapat menjawab pertanyaan mereka.
Banyak pengamat dan media mengungkapkan, bahwa pemulung mendapat hasil lumayan dari kegiatan mengais sampah. Bahkan, mungkin income-nya lebih besar dari sektor informal lain. Misalnya pemulung bisa memperoleh penghasilan Rp 150-200 ribu per hari. Pokoknya gambaran menyenangkan selalu ditampilkan.
Padahal jika turun ke lapangan pada bulan Juni-Juli 2023 atau sejak Januari 2023, semua itu hanya gambaran bombastis dan omong kosong belaka. Faktanya jauh sekali berbeda dari yang dipublikasikan di media massa.
Beberapa pemulung yang ditemui di zona IV TPST Bantargebang (28/7/2023) menceritakan hari-hari terburuk yang dialami belakangan ini. Mereka termasuk usia produktif, namun income-nya menurun sangat draktis, amat berpengaruh terhadap daya belinya.
Herman (21 th) pemulung lahir di Sumurbatu, orang
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0