Siapa yang Paling Berjasa Membangun Angkutan Umum Jakarta?

Bambang Widodo
Aug 11, 2025

Pengguna transportasi umum. Foto: IG MRT Jakarta

integrasi antarmoda (seperti, Bundaran HI, CSW, Dukuh Atas) menjadi ruang hidup. Puncaknya, layanan terpadu JakLingko yang memperluas integrasi angkot yang sudah diupgrate tidak hanya dengan BRT tetapi juga MRT, LRT, TransJakarta, dan KRL dalam satu kartu. 

Era Heru Budi & Pramono Anung (2022–sekarang): Integrasi Metropolitan  
Di sinilah skala transformasi meluas secara dramatis. Gubernur Heru Budi Hartono dan dilanjutkan Gubernur Pramono Anung bersinergi menjawab tantangan terbesar mengintegrasikan Jabodetabek sebagai satu ekosistem transportasi. 

Pramono Anung, melalui koordinasi nasionalnya, mendorong terobosan strategis, seperti (1) perluasan jaringan BRT TransJabodetabek yang menghubungkan Kota Bekasi–Cibinong–Bogor dan Tangerang–BSD–Bandara Soetta dengan membuka jalur Blok M – Perumahan Alam Sutera (Kota Tangerang Selatan), Blok M – PIK 2 (Kab. Tangerang), Cawang – Perumahan Vida (Kota Bekasi), Blok M – Botani Square (Kota Bogor), Dukuh Atas – Terminal Bekasi (Kota Bekasi), (2) penyelesaian integrasi tarif regional menggunakan kartu JakLingko, memangkas biaya dan waktu perpindahan antarmoda, (3) kebijakan insentif fiskal untuk pemerintah daerah penyangga yang mengembangkan BRT _feeder_ , (4) menggratiskan 15 golongan warga Jakarta menggunakan Bus Transjakarta.

Hasilnya nyata, volume kendaraan pribadi masuk Jakarta turun 18 persen (2023–2025), dan waktu tempuh Bekasi–Jakarta berkurang 40 menit. Angkutan umum di Jakarta telah mengcover 89,5 persen wilayah Jakarta. “Inilah esensi Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibu Kota (DKJ): menjadi katalisator mobilitas metropolitan,” tegas Pramono Anung dalam Rakornas 2024. 

Refleksi: Estafet yang Mengubah Takdir  
Seperti disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, “Keberhasilan Jakarta adalah bukti transportasi umum hanya bermakna ketika kebijakan tak terputus oleh siklus politik. 

Pelajaran untuk Seluruh Kepala Daerah  
1. Kesinambungan adalah kunci. Kebijakan transportasi membutuhkan waktu lebih


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0