Rohingya di hadapan Kita

Ida Farida
Dec 31, 2023

Sekretaris Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Organisasi Pemuda Persis Kabupaten Tasikmalaya, Riyan Hidayatullah. Foto: ist

ini, bisa jadi orang yang paling front menolak sampai mengusir pengungsi Rohingya adalah orang sama sekali egois yang juga efek domino dirinya sebagai korban sistemik kapiltalisme. 

 

Tingkat kejahatan pada masyarakat yang timpang tersebut cenderung lebih tinggi. Serta kepercayaan sosial yang lebih rendah. Seperti pada umumnya manusia, pengungsi juga berpotensi bahkan alasanya lebih besar untuk dapat melakukan tindakan diluar standar moral masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, berulang kali ditolak status suakanya dan dikembalikan ke negara asalnya yang bagi mereka adakah neraka berhalaman wajah negara. Sikap ketidakwajaran mereka di mata kita, bisa jadi disebabkan oleh jiwa yang frustasi, dengan semua kenestapaan dan kehancuran hak hidup. Mungkin saja sudah mendekati titik putus asa. Tentu, tidak perlu jadi mahasiswa untuk paham soal ini.

 

Penolakan yang berujung kebencian ini bisa menumbuhkan kembangkan rasisme dan xenofobia. Dua hal ini jadi bahan bakar fasisme, yakni ideologi yang sepanjang sejarahnya membenarkan otoritarianisme dan penindasan politik dengan mengobarkan kebencian terhadap sesuatu  yang tidak bisa kita terima. Masuknya kita pada bagian yang sampai membenci pengungsi Rohingya, artinya kita sudah masuk pada strategi mereka yang memiliki kuasa dan kepentingan. Hal ini berguna untuk mengaburkan akar permasalahan yang sebenarnya. Dengan kata lain, pengungsi Rohingya seolah menjadi musibah terbesar tahun ini ditengah kiamat yang menanti Indonesia dengan industrialisasi yang berujung kepunahan masal, lenyapnya hutan hujan, korupsi, kemiskinan kota, krisis moral, kedaulatan hukum, eksploitasi politik, dan pergusuran yang berujung pengungsian di tanah sendiri.  

 

Kebencian hanya mengarahkan kita tidak tepat sasaran. Kebencian terhadap suatu etnic yang sedang kritis tidak menjadikan kita hebat dan kuat. ini melemahkan


1 2 3 4 5

Related Post

Post a Comment

Comments 0