Presiden Prabowo menghadiri Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta. Foto: ist
“Tidak boleh ada orang yang lapar di republik yang sudah merdeka 80 tahun. Tidak boleh ada keluarga yang tinggal di bawah jembatan. Ini menusuk rasa keadilan,” ucap Prabowo dengan nada emosional.
Pernyataan tersebut sontak menjadi sorotan utama dalam diskusi yang berlangsung hangat. Sarasehan Ekonomi kali ini menjadi ruang temu penting antara pemerintah, pelaku bisnis, dan para pemikir ekonomi, untuk menyatukan langkah menuju arah kebijakan ekonomi nasional yang lebih kokoh dan inklusif.
Di akhir pidatonya, Presiden menyuntikkan optimisme. Ia menegaskan komitmennya untuk mengelola kekayaan bangsa secara mandiri dan berkeadilan. “Saya bangga sekarang jadi Presiden Republik Indonesia. Kekayaan kita akan kita kuasai, akan kita kelola untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” tuturnya.
Seruan itu bukan sekadar retorika, melainkan panggilan untuk seluruh anak bangsa agar percaya pada kekuatan sendiri—dan untuk mulai membangun dari akar, dari desa, dari rakyat, menuju Indonesia yang berdikari dan sejahtera.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0