Foto: ist
Baginya, swasembada bukan hanya jargon produksi. Ia adalah wujud perlindungan terhadap sektor pangan yang strategis. “Kalau benar ingin harga terjangkau dan konsumsi protein meningkat, maka dukunglah produsen lokal, beri insentif, fasilitasi akses teknologi dan pembiayaan.”
Pudjiatmoko juga menuntut audit atas kebijakan kuota sebelumnya demi mengurai potensi konflik kepentingan. “Siapa yang diuntungkan dari kebijakan ini harus jelas. Publik berhak tahu,” tandasnya.
Dalam penutupnya, Pudjiatmoko menegaskan bahwa transisi kebijakan tidak boleh mengorbankan kestabilan pasokan dan harga daging. Ia meminta pemerintah tidak terpaku pada wacana liberalisasi, tetapi kembali menempatkan swasembada sebagai arah utama. “Swasembada bukan mimpi, selama kebijakan tidak dikorbankan demi kepentingan jangka pendek atau sekadar ganti pemain,” katanya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0