Nasib Perempuan Flobamora Dalam Semangat Hari Kartini

Ichsan Sundawani
Apr 21, 2024

Foto: Net

Oleh: Simply da Flores

KOSADATA - Menjelang perayaan Hari Kartini, saya mendapat inspirasi menulis dari Om Fransiscus Go Beliau adalah putra daerah Flobamora, yang menjadi sosok bakal calon Gubernur NTT dari dunia Wirausaha. Ada hal menarik yang disampaikan beliau tentang pentingnya mendorong keterlibatan milenial putri dalam pembangunan serta membentuk gerakan muda baru, melawan status quo politik nasional, yang makin merusak demokrasi.

Selain itu, ditenggarai adanya kondisi memprihatinkan tentang nasib hak publik. Kondisi kemiskinan rakyat bertentangan dengan fenomena gemerlap; dimana Gubernur, wagub, bupati, walikota, anggota DPRD - DPR, DPD terus sibuk menabung kekayaan dan bikin rumah besar dengan aneka strategi Bahkan melakukan korupsi anggaran publik, dan bergaya di atas penderitaan rakyat pemilihnya. Juga nasib generasi muda, dimana pemilih muda jangan sampai makan nasi tiwul, tapi caleg, Paslon, legislatif dan senator terpilih makan ayam dan bangun rumah pribadi besar-besaran.

Hal-hal di atas, memberi inspirasi bagi saya untuk melihat nasib hak perempuan Flobamora, dalam konteks pembangunan NTT dan semangat Peringatan Hari Kartini.

Warisan Kearifan Lokal dan Ajaran Iman

Dari khasanah adat budaya masyarakat Flobamora, ada kearifan spiritual dan budaya yang mengagungkan posisi perempuan setara dengan laki-laki. Perempuan setara dengan laki-laki digambarkan dalam ungkapan "Ibu Bumi -Bapa Langit" ketika ritual adat. Lalu, dalam prinsip relasi sosial budaya, yang tercermin dari ritual perkawinan yang menghargai perempuan dengan belis yang mahal. 

Lalu, dalam ajaran iman agama pun menegaskan harkat


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0