Mengenal Takikardia
Selain itu, otot jantung juga akan bekerja lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen. Oleh karena itu, sering timbul keluhan mengancam nyawa bila denyut jantung terlalu tinggi.
Takikardia terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu Takikardia sinus dan aritmia. Takikardia sinus dapat terjadi ketika seseorang sedang berolahraga.
Kondisi ini juga bisa terjadi sebagai respons tubuh terhadap stres, trauma, atau penyakit. Sedangkan aritmia terjadi akibat gangguan pada serambi atau bilik jantung sehingga detak jantung menjadi lebih cepat.
Takikardia umumnya tidak menimbulkan gejala atau komplikasi. Namun, kondisi ini dapat mengganggu fungsi jantung jika dibiarkan tanpa penanganan.
Akibatnya, penderita bisa mengalami gagal jantung, stroke, serangan jantung mendadak, bahkan kematian.
Detak jantung yang terlalu cepat dapat menyebabkan aliran darah yang masuk ke jantung berkurang.
Kondisi ini membuat jantung tidak memiliki cukup darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Akibatnya, organ dan jaringan yang tidak dialiri darah kekurangan oksigen. Pada beberapa kasus, Takikardia juga dapat terjadi tanpa disertai gejala.
Beberapa gejala Takikardia adalah :
- Jantung berdebar
- Nyeri dada (angina)
- Lelah atau lemah
- Cemas
- Keringat dingin
- Sesak napas
- Pusing
- Pingsan.(hab)
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0