Agustinus Tamtama Putra. Foto: Ist
Oleh: Agustinus Tamtama Putra
Peneliti Kebijakan Publik GMT Institute Jakarta
KOSADATA - Di tengah jaman yang ditandai dengan keterpecahan (fragmented-society), dengan egoisme dan sikap indifferent (aku-aku, kamu-kamu), dikotomis, segmentaris, segregatif dan oportunis, yang dibutuhkan manusia sekarang ialah “memanusiakan manusia”, menjadi solider dan punya sensitivitas. Demikian pula dalam kaitannya dengan kebijakan publik. Yang paling dibutuhkan masyarakat sekarang ialah kepedulian dan perhatian, cinta dan bukan kepalsuan dari para pemimpin.
Berdasarkan intuisi dan rasa kolektif masyarakat, dapatlah dirasakan mana pemimpin yang sungguh-sungguh berjuang untuk kesejahteraan umum dan mana yang hanya memanfaatkan suara rakyat untuk berkuasa lalu menggunakan kekuasaan tersebut untuk keuntungan dan kelimpahan keluarganya sendiri.
Memanusiakan Warga Eks Kampung Bayam
Beberapa waktu lalu saya melintaskan sebuah ide untuk Jakarta yang bersifat humanis dan solider. Saya kira itu pula yang sedang dikerjakan oleh Heru Budi Hartono saat ini. Aspek manusiawi senantiasa dipertimbangkan dalam pemutusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Contoh paling aktual ialah pemindahan warga eks Kampung Bayam. Bahwasanya mereka yang sebelumnya cukup lama tinggal secara tidak manusiawi di tenda darurat di area lapangan JIS, kini dimanusiawikan dengan ditempatkan di Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, di tower 3 lantai 12 dan 13. Ada tempat tipe 36 yang dilengkapi dengan kamar, ruang tamu, kamar mandi dan dapur serta tersedia puluhan balkon untuk menjemur pakaian.
Pemprov DKI dalam hal ini Pak Heru Budi Hartono, menggratiskan biaya sewa. Masyarakat hanya membayar
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0