Sejumlah aktivis lingkungan menanam kembali mangrove di pesisir Jawa. Foto: ist
“Kita sedang di persimpangan: merusaknya untuk keuntungan jangka pendek, atau melestarikannya demi kemakmuran jangka panjang. Pilihannya ada di tangan kita,” kata Edelweise menutup percakapan.
Lebih dari sekadar soal lingkungan, mangrove adalah soal masa depan. Soal ketahanan pesisir, ketahanan pangan, ekonomi hijau, dan warisan lestari untuk anak cucu bangsa. Jika Indonesia serius ingin menjadi poros ekonomi hijau dunia, menjaga mangrove bukan lagi pilihan, tapi keharusan.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0