Keberadaan pagar laut di teluk Jakarta. Foto: x @elisajkt
Ia menambahkan, pagar bambu tersebut lebih tepat disebut sebagai patok atau batas proyek reklamasi, ketimbang sebagai pemecah ombak. "Biasanya, pemecah ombak yang efektif menggunakan blok beton tetrapot, bukan bambu," tegasnya.
Mulyanto mendesak pemerintah untuk lebih transparan mengenai tujuan sebenarnya dari pembangunan pagar bambu ini. Ia berharap pemerintah tidak terjebak dalam sandiwara yang dapat menyesatkan publik. "Pemerintah harus berterus terang kepada publik, bukan ikut-ikutan bersandiwara," ujarnya.
Dengan adanya kontroversi ini, Mulyanto berharap agar pemerintah segera memberikan penjelasan yang jelas agar tidak menambah kebingungannya masyarakat terkait proyek yang mengundang banyak tanda tanya tersebut.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0