Pemerintah sendiri, menurut Capt. Budi, telah berupaya untuk mengoptimalkan program konektivitas antar Pulau di wilayah Indonesia Bagian Timur dan menjamin pendistribusian logistic ke daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP).
Oleh karenanya Pelabuhan Pulau Gag sudah disinggahi oleh Kapal Perintis dengan Pelabuhan Asal dari Sorong.
“Kapal yang melakukan pelayaran menuju ke Pulau Gag, yaitu kapal KMP Arar dengan Jadwal seminggu sekali dan Kapal Perintis KM. Sabuk Nusantara 62 dengan Jadwal 1 bulan sekali,†ungkap Capt. Budi.
Lebih lanjut, Capt. Budi mengatakan, bahwa sejatinya penataan Alur Pelayaran di seluruh wilayah Kepulauan Raja Ampat sudah selayaknya segera dilaksanakan agar dapat memperoleh Alur-Pelayaran yang ideal dan memenuhi berbagai aspek kepentingan keselamatan dan kelancaran bernavigasi, serta kelestarian lingkungan maritim.
“Sudah terjadi beberapa kecelakaan di wilayah Perairan Raja Ampat, seperti misalnya kandasnya Kapal Pesiar Aqua Blu pada tahun 2019 yang merusak Kawasan konservasi terumbu karang dan juga kandasnya KM Sabuk Nusantara 62 pada tahun 2021 di Perairan Pulau Gag. Oleh sebab itu, untuk mencegah kejadian semacam itu terulang kembali, perlu dilakukan penetapan Alur-Masuk Pelabuhan
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0