Kemenhub dan TNI AL kerja sama pemetaan laut dan navigasi Nasional.
"Peta laut yang mutakhir sangat penting untuk keselamatan pelayaran. Kami bersama Pushidrosal berkomitmen meningkatkan kualitas pemetaan alur pelayaran agar sesuai standar internasional,” kata Antoni.
Antoni menyampaikan, hingga Desember 2024, telah ditetapkan 128 alur pelayaran guna mengembangkan data peta laut skala besar.
Adapun 128 alur pelayaran tersebut terdiri atas 123 alur masuk pelabuhan dan atau perlintasan serta 6 alur pelayaran masuk tersus.
Pushidrosal juga tengah mengembangkan peta laut elektronik (E-100) untuk meningkatkan akurasi navigasi. Uji coba telah dilakukan di Selat Sunda dan Lombok dengan hasil positif.
Target implementasi penuh ditetapkan dilakukan pada 2025, diikuti uji coba real-time pada 2029. Dengan peta E-100, navigasi kapal akan lebih efisien, berkat integrasi data cuaca, arus, dan kondisi perairan secara real-time.
Kemenhub dan Pushidrosal juga akan meningkatkan pemantauan terhadap kapal asing, termasuk mewajibkan penggunaan peta laut Indonesia berbayar. Hal ini diharapkan dapat menertibkan aktivitas kapal asing di perairan strategis Indonesia.
Komitmen untuk tahun 2025, sebagai bagian dari strategi bersama, Kemenhub dan Pushidrosal akan melakukan sejumlah kolaborasi. Pertama, mengembangkan stasiun pasang surut di area padat lalu lintas.
Kedua, mempercepat penetapan alur pelayaran. Ketiga, meningkatkan kapasitas surveyor hidrografi berstandar The International Hydrographic Organization (IHO).
Turut hadir Kepala Badan Kebijakan Transportasi Robby Kurniawan dan Wakil Komandan Pushidrosal Laksamana Muda TNI Bambang Irawan.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0