Haidar Alwi desak Presiden Prabowo Subianto bertindak atas kekosongan Dubes RI untuk AS. Foto: ist
Ia pun menyayangkan bagaimana kekosongan ini dapat memberi kesan bahwa Indonesia kurang serius dalam menjaga hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Bagi pelaku usaha internasional, absennya kepala perwakilan selama hampir dua tahun juga bisa menimbulkan keraguan terhadap komitmen Indonesia.
Desak Presiden Bertindak
Situasi ini mendorong Haidar untuk menyerukan tindakan cepat dari Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta agar pemerintah segera menunjuk figur yang tidak hanya memiliki kredibilitas tinggi, tetapi juga paham seluk-beluk perdagangan internasional dan lincah dalam membangun relasi tingkat tinggi.
“Penunjukan Dubes jangan didasarkan pada balas jasa politik. Ini soal masa depan ekonomi Indonesia. Kita butuh orang yang paham medan dan mampu bertarung di dalamnya,” tandasnya.
Ia menegaskan bahwa momentum tidak boleh dibiarkan lewat begitu saja. Di saat negara-negara lain justru memperkuat kehadiran diplomatik mereka di AS, Indonesia terkesan pasif. Bagi investor, situasi ini bisa menjadi lampu kuning.
Indonesia Tak Boleh Diam
Di ujung pernyataannya, Haidar Alwi menyampaikan harapannya agar pemerintah segera mengambil sikap. Baginya, sudah waktunya Indonesia menunjukkan ketegasan di tengah tekanan global.
“Ini saatnya Indonesia menunjukkan bahwa kita negara besar yang tidak akan tinggal diam ketika ditekan secara ekonomi. Kita harus hadir, berbicara, dan memperjuangkan kepentingan nasional kita di jantung kekuatan dunia,” pungkasnya.
Dalam dunia diplomasi, kehadiran berarti pengaruh. Dan bagi Haidar Alwi, saat ini Indonesia tengah kehilangan salah satu senjata terpentingnya.***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0