Konsep dari compost day merupakan gerakan mengolah sampah menjadi kompos adalah satu usaha mengurangi timbulan Food Waste yang bisa menyumbang emisi gas metan cukup besar ke atmosfir. Pada tahun 2022, komposisi sampah organik 41,27 persen, dan sumber sampah yang berasal dari rumah tangga (RT) 38,28 persen. Jika semua RT melakukan composting sampah organik di rumah, maka ada 10,92 juta ton setiap tahunnya sampah tidak dibawa ke TPA, dan itu berpotensi menurunkan emisi GRK 6,834 juta ton CO2eq. Selain mengurangi sampah yang ditimbun di TPA dan mengurangi GRK, yang paling prinsip, dengan melakukan composting di rumah, 40% lebih urusan sampah selesai di tempat.Â
Jika sampah makanan (food waste) dibuang begitu saja akan menimbulkan kerugian sangat besar. Data Kompas menyebutkan, setiap orang Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta per tahun. Hasil analisis Kompas menemukan, nilai sampah Indonesia mencapai Rp 330 triliun per tahun. (Kompas.id, 18/5/2022).Â
Sementara itu masih banyak orang yang kekurangan pangan. Sampah makanan yang dibuang ke TPA/TPST, ternyata sebagian dipungut oleh orang miskin, pemulung. Biasanya yang dipungut pemulung, seperti roti, sosis, daging ayam, ikan asin, sayuran, buah-buahan, juga nasi. Menurut pemulung makanan yang dipungut dianggap masih layak. Ternyata, ini cara pemulung mempertahankan pangan untuk hidup sebab pemulung bagian dari kelompok ringkih pangan (Food-insecurity vulnerable groups). Dalam konteks ini dikupas dalam buku Bagong Suyoto, Rumah Tangga Peduli Lingkungan (2008; 108-124). Â
Sementara persoalan sampah rumah tangga dan sampah sejenis
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0