Â
“Fasilitas ini didesain untuk mengolah total 2.000 ton/hari sampah yang terdiri atas 1.000 ton/hari sampah lama dan 1.000 ton/hari sampah baru. Sebanyak 700 ton/hari produk RDF dihasilkan setiap hari yang memenuhi spesifikasi industri semen dengan nilai kalor di atas 3.000 kkal/kg, kadar air di bawah 20%, dan bentuk curah berukuran di bawah 5 cm akan dihasilkan dari fasilitas ini,†ujar Asep.
Â
Dia pun menjelaskan bahwa pengolahan sampah ini dilakukan secara mekanis melalui proses pemilahan, pencacahan, dan pengeringan, menghasilkan produk RDF, yaitu hasil Olahan Sampah padat yang padat berupa materi mudah terbakar (plastik, kertas, dll) yang telah berukuran homogen (curah atau pellet) serta dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.Â
Â
Pakar Pengadaan Barang/Jasa dan Pengamat Pengembangan Lingkungan Berkelanjutan, Mohammad Zulfikar Dachlan mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta melakukan inovasi proses pengadaan barang jasa tidak hanya melakukan pengadaan pembangunan sebuah fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sebuah fasilitas pengolahan sampah sampah menjadi bahan baku energi. “Dengan demikian Pemprov DKI memiliki potensi pendapatan dari pengolahan sampah dengan berkolaborasi dengan pabrik semen sebagai penerima hasil RDF. Ini membuktikan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah melaksanakan sebuah proses pengadaan berkelanjutan dimana proyek tidak hanya dibangun untuk menampung sampah, namun dilakukan pengolahan sampah sehingga menghasilkan pendapatan yang dapat membantu operasional dari fasilitas itu sendiri,†kata Zulfikar. ***
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0