Heru Budi Hartono Penjabat Rasa Gubernur?

Ichsan Sundawani
Nov 23, 2023

Foto: Ist

Heru Budi Hartono juga mengerahkan berbagai tenaga eksternal yaitu Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP) yang belum lama ini rapelan gaji mereka sudah dicairkan oleh pemerintah. Untuk memastikan Jakarta bersih tentu saja nasib dan hajat hidup dari para rekan kerja menjadi motor utama.

Jangan sampai “Anda kami minta terbang dengan pesawat jet tempur, tetapi mohon maaf kami hanya memberi seliter solar.” Bahasa metaforis semacam ini menggambarkan bahwa perlu kompatibilitas dan kesesuaian antara tuntutan dengan keharusan, antara hak dengan kewajiban. 

Di kesempatan lain, warga beramai-ramai kompak ikut kerja bakti massal. Sejumlah kelurahan mengapresiasi termasuk misalnya warga Kalisari. 

Forum Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) mengatakan misalnya bahwa kegiatan bakti massal itu sangat baik mencermintan kebersamaan dan kekompakkan guna menjaga kebersihan wilayah. Dari kegiatan yang sangat positif dan bermakna tersebut, dihimpun dan disatukanlah berbagai kalangan dari ASN hingga PJLP, dari pejabat pemerintahan hingga warga biasa. 

Kegiatan “Bakti Kita Untuk Jakarta” di mana PMI Jakarta Utara menyiapkan 2000 mangkuk bubur kacang hijau yang disebar ke enam kecamatan menunjukkan dukungan dan kerjasama juga upaya yang sehat untuk semua yang peduli dan terlibat. Cinta akan lingkungan hidup sejatinya memang harus dipupuk dan ditumbuhkan. 

Aksi untuk banjir, bakti di Kepulauan Seribu dan aneka gerakan massal lainnya bukan hanya untuk kebersihan, tetapi juga menggelorakan semangat persatuan, kekompakkan, keberagaman dan solidaritas tanpa sekat yang menjadi karakter dari Jakarta.

Akhirnya, terlontar pernyataan “Pak Heru jangan hanya menjadi penjabat, tetapi (di-) gubernur (-kan) sekalian.” Artinya masyarakat merasakan sungguh ke dalam sumsum tulang dan hati nubarinya, bahwa Heru Budi Hartono adalah dia yang dibutuhkan oleh Jakarta.


1 2 3 4

Related Post

Post a Comment

Comments 0