KLHK mengundang para generasi muda yang tergabung dalam Green Leaders Indonesia dan Green Youth Movement untuk hadir langsung dalam diskusi Green Ramadan ini. Foto dok KLHK
"Sejak Oktober tahun 2018 setelah diterbitkannya SK hingga saat ini, teman-teman komunitas sebagian ada dalam Satgas Naturalisasi Ciliwung," imbuh Suparno.
Ketika ditanya bagaimana generasi muda yang ingin bergabung dalam komunitas, Suparno memberikan jawaban bahwa setiap kegiatan yang akan dilakukan diinformasikan kepada masyarakat melalui media sosial.
Dirinya juga menyatakan apabila tidak dapat turut serta turun langsung dalam kegiatan komunitas, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah timbulnya sampah ke sungai dengan mengelola dan memilah sampah rumah tangga.
"Komunitas peduli Ciliwung dari hulu ke hilir itu ada, mulai dari kawasan Puncak, Kota Bogor, Cilebut, Bojonggede, bahkan sampai di Jakarta itu ada. Ketika memang tidak bisa bergabung, teman-teman bisa melakukan upaya yang sama dari rumah masing-masing dengan memilah sampah," terang Suparno.
Pada akhir sesi diskusi Green Ramadan ini, Suparno memberikan pernyataan bahwa pihaknya akan terus berikhtiar dan tekun melakukan berbagai kegiatan agar dapat tercipta sungai yang bersih.
Ana juga mengajak semua pihak untuk melakukan aksi bijak mengelola sampah dengan upaya memilahnya sejak dari rumah.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0