Â
Pagelaran perdana Hayati dalam panggung internasional di Katara Opera House Doha dalam rangkaian Qatar Indonesia 2023 Year of Culture diprakarsai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia sebagai bagian dari gelar pertukaran budaya selama tahun 2023.
Â
Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan menjelaskan, pertunjukan Hayati di Doha adalah salah satu kesempatan untuk semakin memperkenalkan Kisah Panji yang manuskripnya telah terdaftar dalam Daftar Warisan Ingatan Dunia (UNESCO Memory of the World) sejak tahun 2017.
Â
"Hal ini dilakukan sebagai suatu karya literatur yang memberikan pengaruh signifikan pada peradaban di Indonesia dan beberapa negara lain di Asia Tenggara," ungkapnya.
Â
Lebih lanjut, Hilmar menambahkan bahwa tema Bhinneka dari kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang diambil dari kitab kuno zaman Majapahit Sutasoma ini menggambarkan kedamaian di antara perbedaan yang ada di masyarakat Majapahit menjadi konsep pelaksanaan Qatar Indonesia 2023 Year of Culture.
Â
Qatar dan Indonesia yang mempunyai persamaan dan perbedaan menjadi konteks utama selebrasi budaya di tahun 2023 ini.Â
Â
“Kisah cinta Panji dan Sekartaji adalah cerita hakikat manusia, tentang kehidupan yang melebihi arti nafas dan detak jantung. Kehilangan dan perpisahan tak lepas dari garis kehidupan. Kita tak bisa lari dari takdir," ujar Rama Soeprapto.
Â
"Hayati dalam bahasa Arab
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0