Fransiscus Go, Foto: Ist
KOSADATA - Penulis dan Pemerhati Ketenagakerjaan, Fransiscus Go menilai, berbagai kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengusik sisi kemanusiaan serta perlu ditangani secara profesional.
Menurutnya, perlu sinergi semua pihak guna mengatasi masalah PMI di provinsi tersebut. Tokoh masyarakat NTT yang akrab disapa Frans ini menegaskan, martabat PMI asal NTT wajib dijaga karena mereka adalah bagian dari para pahlawan devisa yang turut membangun negeri ini.
“Kontribusi mereka terhadap daerah asalnya akan nampak, jika penanganan pekerja migran NTT ditangani secara profesional. Paradigma pengiriman pekerja migran dari NTT ke luar negeri, perlu diubah. Sebab, ini masalah kemanusiaan. Para pekerja migran tersebut adalah pahlawan devisa," ujar Frans dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/9/2023).
Frans yang kini menjadi pengusaha di Jakarta ini juga mengapresiasi terbentuknya komunitas relawan (Kawan) PMI dan Perkumpulan Wirausaha Indonesia (Perwira) PMI Provinsi NTT sebagai upaya mengoptimalkan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Upaya – upaya seperti ini harus didukung. Saya berharap, semua stakeholder Pekerja Migran Indonesia (pemerintah daerah, aparat hukum, ormas, serta peran orang tua), bergandengan tangan dalam penanganan TPPO,” katanya.
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengatakan, para relawan Kawan PMI memiliki tugas untuk menyebarluaskan informasi tentang peluang kerja di luar negeri, prosedur, lembaga penempatan, melakukan pendampingan terhadap PMI dan keluarganya yang mengalami masalah, serta mencegah penempatan ilegal PMI oleh sindikat TPPO.
Lirik Sholawat Waqtu Sahar, Lengkap dengan Terjemahan
SISI LAIN Jan 29, 2024Rekrutmen PPSU di Jakarta Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Tahapannya
MEGAPOLITAN Jun 23, 2025Oseng-oseng Madun, Warung Betawi Sederhana, Terkenal se-Jagat Maya
KULINER Feb 25, 2023Filosofi Iket Sunda yang Penuh Makna
SENI BUDAYA Mar 03, 2024
Comments 0